Tukang Cuci Piring yang Jadi Legenda Musik

Tukang Cuci Piring yang Jadi Legenda MusikHingga saat ini, telah banyak lahir legenda-legenda musik dunia, yang antara lain dibuktikan dengan jumlah perolehan Piala Grammy-nya. Salah satunya, Carlos Santana. Dialah (bersama mendiang Michael Jackson) yang mampu merebut delapan Grammy dalam satu malam, sebuah rekor yang belum terpecahkan hingga kini. Secara keseluruhan, ia telah memenangkan 10 Grammy.

Uniknya, Carlos Santana bukanlah penyanyi, tetapi pemain gitar. Permainan gitarnya memang luar biasa. Jarang-jarang seorang pemain musik begitu dominan dalam sebuah band. Namun Santana adalah pengecualian.

Santana lahir di Autlán de Navarro, Jalisco, Meksiko, pada 20 Juli 1947. Ketertarikannya pada musik ditunjukkan dengan belajar bermain biola ketika masih berusia lima tahun. Rupanya saat usianya memasuki delapan tahun, Santana terpikat pada alat musik lain, gitar. Ia sendiri terpengaruh oleh musisi dari Amerika Latin, Ritchie Valens, seorang penulis lagu, penyanyi dan pemain gitar, yang jadi bintang di Amerika Serikat.

Ketika pindah ke San Francisco, Santana berkesempatan melihat langsung para bintang pujaannya. Di antaranya, ia bisa menonton BB King secara live. Dari permainan gitar BB King inilah mimpinya menjadi pemain gitar kelas dunia dimulai. Sedangkan kemampuannya bermain gitar terasah oleh berbagai aliran musik yang ia tonton dan gemari.

Santana memang tak segera menjadi pemain musik. Selepas SMA, untuk mendapat penghasilan, ia bekerja sebagai pencuci piring di restoran. Di waktu luang, ia rajin menonton pertunjukan musik. Salah satunya Fillmore West, pertunjukan musik yang digagas promotor musik Bill Graham. Seringnya nonton di sana, membuatnya dikenal oleh sejumlah kru panggung.

Bill Graham sendiri termasuk promotor yang terbuka pada musisi-musisi baru. Band baru bisa tampil di sana asalkan memiliki kemampuan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Suatu kali, jadwal tampil siang hari adalah grup band yang dikomandoi Paul Butterfield. Sayangnya, Butterfield sendiri tak bisa tampil karena mabuk berat. Bill Graham kelimpungan mencari penggantinya. Masalahnya, saat itu grup band tersebut tak siap mencari pemain gitar pengganti.

Seorang teman Santana, yang kenal Bill Graham, mengusulkan agar Santana menggantikannya karena ia memiliki kemampuan bermain gitar luar biasa. Setelah dites mendadak, akhirnya Bill setuju. Santana sendiri tampil lebih dulu sendirian di panggung dan segera saja kemampuannya bermain gitar memukau penonton, termasuk Bill Graham.

Setelah itu, Santana mencari pemusik lain untuk membentuk band sendiri. Ia kemudian mengajak sesama pemusik jalanan, David Brown dan Gregg Rolie, membentuk Santana Blues Band. Dengan grup band ini, ia tampil di berbagai panggung di San Francisco. Dan penampilannya di Woodstock 1969 membuatnya dikontrak Columbia Records. Dari sanalah perjalanan karier profesionalnya dimulai. Tanpa passion yang terus terpelihara, mungkin ia tak akan sesukses saat ini.
Share on Google Plus

About Mas Nur Haryono

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar yang bijak. Tukang jual obat kuat dilarang berkomentar karena mengganggu pembaca yang lainnya.